Nama Kwan Kong atau Kwan Sing Tee Koen tentu sangat dikenal oleh etnis Tinghoa dan umat Tri Darma. Kisah dan sosoknya menjadi legenda tersendiri.
Banyak tempat peribadatan kelenteng yang menghormati Kwan Kong dalam berbagai bentuk.


Click : Nikmatnya Oleh-oleh Khas Tuban
Jenazah Utuh Dimakamkan 35 Tahun Di Tuban
Salah satunya adalah kelenteng Kwan Sing Bio di Kota Tuban - Jawa Timur yang selain menyimpan arca kongco Kwan Kong ruangan kelenteng utama, juga membangun sebuah ruangan untuk menghormati Kwan Kong.

Ruangan Sembilan Gada Suci, begitulah nama salah satu ruangan dan bangunan yang ada di kelenteng Kwan Sing Bio – Tuban, Jawa Timur.
Ruangan yang berbentuk khas ala bangunan Kelenteng ini berada di belakang bangunan utama kelenteng.


Ruangan ini memiliki dua Taman yaitu Taman Dua Naga di bagian depan yang sering digunakan sebagai spot oleh pengunjung kelenteng untuk Berfoto ria. Sedangkan di sebelah kirinya terdapat taman dengan banyak ornamen patung berbentuk satwa seperti kelinci, Kuda, Sapi, dan sebagainya.


Di halaman depan ruangan tampak ornament ‘ Penjaga ‘ berbentuk patung sepasang harimau dengan hiasan Relief Burung di bagian bawahnya.

Ruangan Gada Suci berada di dalam etalase kaca. Di dalamnya tersimpan Patung Dewa Kwan Kong yang terbuat dari berbagai bahan dan ukuran. Selain itu juga disimpan Panji-Panji Kebesaran Dewa Kwan Kong dan Panji-panji Kelenteng Kwan Sing Bio serta peralatan Barongsai dan Liong.

Kwan Kong adalah Dewa yang dipuja dan dihormati di Kelenteng Kwan Sing Bio.

Disamping dipuja sebagai lambang kesetiaan dan kejujuran, Kwan Kong dipuja sebagai Dewa Perang, Pelindung Perdagangan, Dewa Pelindung Kesusastraan dan Dewa Pelindung rakyat dari malapetaka peperangan yang mengerikan.

Ruangan ini dikelilingi dan dijaga oleh ornamen berbentuk patung para Pembesar dan pengikut setia Kwan Kong.

Di sebelah barat tampak pembesar yang menilik dari bentuk Pakaiannya sepertinya mereka adalah sesepuh dan penasehat Kwan Kong. Mereka itu adalah :

Tju Kat Liang

Bang Thong

Hoat Tjeng

Kho Tjing
Instant Access To Get Freelancer Jobs
Menambang Uang Melalui Facebook dan Twitter

====================
Baca juga dan Klik artikel menarik berikut ini :
Jenazah Utuh Dimakamkan 35 Tahun Di Tuban
Main Game = Dapat Dollars
Jenazah Utuh Dimakamkan 35 Tahun Di Tuban
Main Game = Dapat Dollars
Menambang Uang Melalui Facebook dan Twitter
Peluang Mendapatkan Dollar Via Internet
Museum Santet Di Surabaya
Tips Memasang Iklan Di Blog
Share Status di Fb/Twitter Dapat Komisi

Click : Nikmatnya Oleh-oleh Khas Tuban
Artikel-artikel Menarik lainnya bisa Anda baca
di Link berikut ini :
www.jelajah-nesia2.blogspot.com
Sedangkan di sebelah timur terdapat patung yang dari menilik dari bentuk pakaian yang dikenakannya menunjukkan mereka bertugas dalam bidang pertahanan, pertempuran dan keprajuritan.

Mereka adalah :

Thio Hwie

Tio Tju Liong

Oei Tiong

Ma Tjauw
Kwan Kong atau Guan Di adalah seorang panglima perang ternama yang hidup pada rentan waktu 221-269 SM pada zaman San Guo (Zaman 3 Negara). Kwan Kong di puja karena kejujuran serta kesetiaan yang di milikinya. Beliau merupakan lambang seorang kestria sejati yang selalu menepati janjinya dan juga setia pada sumpah yang telaah beliau ucapkan.

Dalam kisah 3 negara Kwan Kong bertemu dengan Liu Bei dan Zhang Fei yang pada saat itu memiliki keinginan yang sama, yaitu untuk membela negara dan membawa kembali ketentraman bangsa Tiongkok yang seddang bergejolak.

Tak lama setelah bertemu mereka kemudian saling bersumpah untuk sehidup semati menjadi saudara. Pada saat itu Kwan Kong bertempur bersama Liu Bei dan Zhang Fei, bersama-sama menumpas Pemberontakan seban kuning.

Kemudian persaudaraan mereka tercerai beraai saat kejatuhan Xuzhou dan Xiapi. Cao cao kemudian meminta Kwan Kong untuk menjdai pengikutnya, Kwan Kong akhirnya bersedia dengan permintaan Cao-cao atas 3 kondisi, yaitu: Kwan Kong takluk kepada kekaisaran Han, bukan kepada Cao-cao, kedua istri kakaknya (Liu Bei) harus di lindungi dan diberi penghidupan yang layak dan Kwan Kong akan segera meninggalkan Cao-cao setelah mengetahui keberadaan kakaknya.

Dengan kondisi tersebut Kwan Kong dapat menyerah kepada Cao-cao tanpa melanggar sumpah persaudaraan yang telah mereka buat.

Yang menarik dan mengagumkan, ornament berbentuk patung dan satwa itu sangat ekspresif dengan detail dan ukuran yang realis dan seperti aslinya. Permainan warnanya juga serasi yang menunjukkan begitu ahlinya para pembuat patung , Relief dan ornamen-ornamen itu.


0 komentar:
Posting Komentar